REFLEKSI PEMIKIRAN KIHAJAR DEWANTARA (KHD)
REFLEKSI DIRI HUBUNGANNYA DENGAN PEMIKIRAN KHD
a. Kepercayaan tentang murid dan pembelajaran sebelum memperlajari modul 1.1
Pada awalnya sebagai seorang guru matematika saya percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin termasuk salah satunya adalah dalam mempelajari dan memahami matematika. Saya percaya bahwa semua murid dapat dibentuk dan dididik menjadi sesuai apa yang diinginkan pendidik (guru). Saya juga percaya bahwa semua murid saya di kelas setelah saya ajari matematika pasti semuanya akan pintar matematika namun ternyata tidak demikian. Pemikiran saya salah, lantas dimana salahnya?
b. Pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait kodrat anak 1.1
Sebelum membahas dimana letak kesalahan pemikiran saya mari kita pahami pemikiran menteri pendidikan pertama Indonesia yaitu bapak Ki Hajar Dewantara. Beliau menuliskah bahwa murid bukan seperti lembar kertas kosong yang bisa ditulis oleh orang dewasa supaya menjadi seperti yang diinginkan orang dewasa melainkan murid/anak adalah ibarat selembar kertas yang telah ada tulisannya namun masih samar yang disebut sebagai kodrat anak. Orang tua/guru/pendidik hanya perlu menebalkan laku murid sesuai dengan kodratnya. Artinya orang dewasa baik orang tua/guru/pendidik tidak bisa memaksakan kodrat anak untuk berubah atau menjadi seperti yang diinginkan orang dewasa.
c. Kepercayaan tentang murid dan pembelajaran setelah memperlajari modul 1.1
Hubungan kodrat anak dalam pendidikan ini merubah pikiran saya bahwa saya tidak bisa memaksakan ketertarikan anak untuk mempelajari dan menguasai matematika karena tidak semua murid menyukai dan berbakat di ilmu matematika. Saya sebagai guru hanya bisa menuntun dalam artian menyampaikan ilmu matematika, memfasilitasi belajar matematika, mengarahkan karakter anak kepada karakter yang baik, jika si anak telah memiliki karakter yang baik maka saya tinggal mendukung dan mendorongnya untuk terus melakukan hal baik tersebut. Semua tidak bisa di paksakan. Hal ini membuat saya tenang tidak seperti sebelumnya jika mendapatkan murid yang susah menerima materi matematika yang saya ajarkan terkadang saya terbawa emosi. Sekarang saya telah menyadari yang seperti itu tidak bisa dipaksakan karena berhubungan dengan kodrat anak. Tentu hal ini bukan berarti saya mengabaikan murid yang tidak bisa menerima materi yang saya sampaikan. Saya akan tetap berusaha sebaik mungkin supaya mereka memahami materi atau didikan yang saya berikan namun jika segala upaya yang saya lakukan tetap tidak berhasil maka itu diluar kemampuan saya dan saya tidak boleh terbawa emosi dan harus tetap menghargai murid sesuai kodratnya. Mungkin mereka tidak bagus di bidang matematika namun sekarang saya yakini pasti mereka memiliki bakat tertentu dan bagus di bidang tertentu.
c. Perilaku yang perlu saya rubah setelah memperlajari modul 1.1
Kini saya perlu merubah perilaku saya untuk tidak memaksakan murid menguasai semua yang saya sampaikan melainkan saya hanya perlu memastikan mereka berproses, bertumbuh dengan sebaik-baiknya dengan memberikan pelayanan pengajaran dan memberikan motivasi serta teladan yang baik untuk mereka.
a. Pembelajaran yang dapat saya terapkan di kelas sesuai dengan pemikiran KHD
Yang dapat saya terapkan di kelas sebagai wujud nyata tindakan yang mencerminakan pemikiran Ki Hajar Dewantara diantaranya adalah sebagai berikut: Memberikan teladan yang baik seperti masuk dan keluar kelas tepat waktu, berpakaian yang rapi, berbicara dengan sopan dan santun, menyelesaikan masalah dengan bijaksana, mengajar memperhatikan kebutuhan murid, mengembangkan diri sendiri untuk berprestasi dengan tujuan menginspirasi murid, memotivasi dan memantau serta memberikan perhatian lebih terkait perkembangan belajar murid untuk bisa memberikan dorongan murid dalam belajar.
Pada dasarnya, anak menyukai permainan maka saya akan berusaha mengajar matematika dengan mengemasnya dalam permainan-permainan supaya pembelajaran lebih menarik dan dapat memotivasi minat belajar murid.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar ataupun pertanyaan yang anda berikan